Profil Balai Litbang LHK Kupang

A. Latar Belakang

Pembentukan Balai Penelitian Kehutanan Kupang (BPK) di Kupang pada tahun 1990 merupakan suatu keputusan yang sangat strategis mengingat kekhasan wilayah ini yang memiliki kawasan hutan tipe semi arid yang sudah kritis. Kawasan semi arid adalah kawasan pada lintang tropis atau subtropis yang memiliki rata-rata jumlah curah hujan tahunan sedikit. Vegetasi yang terdapat didaerah ini antara lain semak-semak Xerophyta.

BPK Kupang yang dikukuhkan dengan Keputusan Menteri Kehutanan merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) setingkat eselon III Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan (Litbang Kehutanan) dibidang penelitian kehutanan dan hasil hutan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan Litbang Kehutanan.

 

B. Sejarah

Sejarah berdirinya unit kerja BPK Kupang berawal dari kegiatan penelitian di Kupang tahun 1985 berupa Proyek Penelitian Kehutanan Nusa Tenggara (P2KNT) yang dipimpin oleh Ir. Sutarjo Suriamiharja. Pada Tahun 1990 berdiri secara resmi BPK Kupang dengan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 095/Kpts-II/1984 tanggal 12 Mei 1984 jo. No 241/Kpts_II/1990 tanggal 14 Mei 1990 dengan wilayah kerja meliputi Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Maluku (Kabupaten Maluku Tenggara). Tugas Pokok BPK Kupang adalah mengkoordinasi dan melaksnakan penelitian serta menyajikan hasil penelitian kehutanan. Kepala Balai yang Menjabat pada kurun waktu ini adalah Ir. Sutarjo Suriamihardja (1985 - 1993), Ir. Marolop Sinaga, M.S (1993 -1197), Dr. Ir. Slamet Riyadi Gadas, M. Fr (1197 - 1998), Dr. Ir. Maman Mansyur Idris, M.S (1998 - 2002).

Pada tahun 2002 melalui Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 6183/Kpts-II/2002 tanggal 10 Juni 2002, BPK Kupang diubah menjadi Balai Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Bali dan Nusa tenggara (BP2KBNT) yang wilayah kerjanya meliputi Provinsi NTT, NTB dan Bali. Selanjutnya berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 413/Kpts-II/2003 tanggal 9 Desember 2003 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Kehutanan No. 6183/Kpts_II/2003, BP2KBNT mengalami perubahan tugas pokok menjadi melaksanakan penelitian dan pengembangan ekosistem hutan semi arid. Pada periode ini BP2KBNT dipimpin oleh Ir. Markus Kudeng Salata, M.Sc (2002 - 2004) dan Ir. Tigor Butar Butas, M.Sc (2004 - 2008).

Melalui Peratusan Menteri Kehutanan Nomor  P. 32/Menhut-II/2006 tertanggal 2 Juni 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penelitian Kehutanan Kupang diubah menjadi Balai Penelitian Penelitian Kupang (BPK Kupang) dengan wialayah kerja meliputi Provinsi NTT dan Kabupaten Maluku Tenggara. Tugas Pokok BPK Kupang pada periode ini adalah melaksanakan penelitian di bidang hutan dan konservasi alam, hutan tanaman, hasil hutan, sosial budaya, ekonomi dan lingkungan kehutanan. Dalam Upaya Menyempurnakan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kehabilitasi, peningkatan produktifitas hutan, ketehnikan kehutanan dan pengolahan hasil hutan, serta perubahan iklim dan kebijakan kehutanan sesuai peraturan perundang-undangan. Wilayah kerjanya diperluas meliputi Provinsi Bali, NTB dan NTT. Jabatan Kepala pada periode ini dipercayakan kepada Ir. Soenarno, M.Si (2008 - 2012), Ir. Misto, M.P (2012 - 2014) dan Ir. Edy Sutrisno, M.Sc (2014 - sekarang)

Pada Tahun 2016, BPK Kupang mengalami perubahan nomenklatur menjadi Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kupang (Balai Litbang LHK Kupang) sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 25/Menlhk/Setjen/OTL.0/1/2016 tentang Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang ditetapkan pada tanggal 29 Januari 2016.