Hutan Penelitian Buat

Sejarah Pengelolaan

Stasiun Penelitian Bu’at dibangun sejak tahun 1987, terletak di Desa Noinbila – Bu’at,  Kecamatan Mollo Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan. Jarak dari kantor balai ± 112 km, arah timur Kota Kupang. Luas wilayah unit satuan pengelolaan ini 52,90 ha, menempati Kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT). Kegiatan utama di stasiun penelitian ini adalah penelitian silvikultur, terutama cendana dan silvikultur jenis lainnya serta pengelolaan miniranch Rusa Timor seluas ± 5 ha.  Saat ini kegiatan utama diperluas melalui kegiatan Manajemen Pengelolaan KHDTK.

 

Kondisi Fisik Wilayah

Stasiun Penelitian Bu’at terletak pada wilayah administrasi pemerintahan Desa Noinbila Kecamatan Mollo Selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan. Terletak pada garis lintang 124°14’59,203” - 124°15’25,057” LS dan garis bujur 9°49’29,228” - 9°49’55,160” BT. Batas-batas wilayah adalah sebelah timur dengan kawasan hutan, sebelah selatan dengan Taman Wisata Bu’at, sebelah utara dengan Desa Oenutnanan dan sebelah barat dengan kawasan padang savanna dan kawasan hutan.

Kondisi fisik tanah didominasi oleh tanah grumosol dan litosol dengan batuan induk kapur, dan didominasi oleh bukit dan padang savana. Lokasi kawasan juga didominasi oleh formasi liat Bobonaro yang dicirikan oleh terjadinya retak-retak pada tanah di musim kemarau, dan mempunyai potensi erosi yang tinggi pada musim hujan, permeabilitas tanah rendah dan mengandung liat monmonilonit yang tinggi. Tekstur tanah liat, pH antara 7,3-7,6 dengan kandungan unsur hara terutama N, P, dan K yang rendah. Curah hujan rata-rata 1.400-1.650 mm/tahun dengan hari hujan rata-rata 100- 120 hari per tahun. Suhu rata-rata 27° C dengan ketinggian tempat antara 800-840 m di atas permukaan laut.

Stasiun Penelitian Bu’at terletak pada kelompok Hutan Lindung Mutis Timau (RTK 183). Vegetasi penutup yang dominan di lokasi stasiun adalah Kabesak (Acacia leucophloea), Cemara (Casuarina junghuhniana), Mahoni (Sweitenia macrophylla), Bungur (Lagerstomeia speciosa) dan Capresus spp.

 

Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat

Stasiun Penelitian Bu’at berbatasan langsung dengan kelompok Kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) dan Hutan Lindung (HL) Mutis Timau dan bersentuhan secara tidak langsung dengan masyarakat di Desa Oen’utnanan dan Kelurahan Karangsirih di perbatasan kota SoE. Masyarakat di wilayah ini sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani. Secara sosial budaya, keterkaitan dan ketergantungan masyarakat sekitar kawasan dengan hutan sudah cukup baik ditunjukkan oleh cukup terjaganya kawasan hutan yang ada.

Demikian pula interaksi sosial yang yang terjadi antara pengelola hutan penelitian dengan masyarakat sudah cukup baik, dimana masyarakat dilibatkan dalam kegiatan pengelolaan, misalnya dalam kegiatan pembuatan persemaian, pemeliharaan demplot penelitian dan pemeliharaan kawasan.

 

 

Hutan Penelitian Banamlaat >>